Tampil di Festival Nungkah Budaye: Merawat Warisan, Menghidupkan Tradisi

Mempawah, Sabtu, 24 Oktober 2026

Hari Sabtu ini menjadi salah satu pengalaman yang berkesan bagi saya, Najwa Wadinda, bersama teman-teman dari MTs Negeri 1 Mempawah. Kami mendapat kesempatan untuk tampil dalam sebuah kegiatan budaya bertajuk “Nungkah Budaye, Kaseh Sekampong, Merawat Warisan, Menghidupkan Tradisi, Menguatkan Jati Diri.”

Najwa dan Kawan-Kawan Tampil

Festival ini bukan sekadar acara pertunjukan biasa. Di dalamnya terdapat semangat untuk menjaga kebudayaan lokal agar tetap hidup, dikenal, dan dicintai oleh generasi muda. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya adalah bagian penting dari identitas masyarakat yang tidak boleh dilupakan.

Najwa Wadinda

Bersama teman-teman, saya merasa senang bisa menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Kesempatan untuk tampil di hadapan masyarakat memberikan pengalaman tersendiri. Selain melatih keberanian dan kekompakan, kegiatan ini juga mengajarkan bahwa kebudayaan perlu dirawat bersama-sama, bukan hanya oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang seni, tetapi juga oleh generasi muda seperti kami.

Festival Nungkah Budaye diselenggarakan oleh Kelompok Nungkah dan Kopan Mempawah. Kegiatan ini bertujuan melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di tengah perubahan zaman.

Para Warga yang asyik menikmati pertunjukan

Hadir juga Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K.

Sekretaris Panitia Pelaksana, Sastra Jendra Hayuningrat, menyampaikan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang bersama untuk merawat, mengembangkan, dan mewariskan kebudayaan Mempawah kepada generasi mendatang.

Menurut saya, pesan tersebut sangat penting. Budaya bukan hanya tentang sesuatu yang berasal dari masa lalu, melainkan juga tentang bagaimana kita mengenal, memahami, dan meneruskannya kepada masa depan. Jika generasi muda tidak lagi mengenal budayanya sendiri, perlahan-lahan warisan yang telah dijaga oleh para pendahulu bisa kehilangan tempatnya dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, keterlibatan pelajar dalam kegiatan budaya seperti ini menjadi hal yang sangat berarti. Kami tidak hanya datang untuk tampil, tetapi juga belajar mengenal kekayaan budaya daerah sendiri. Dari kegiatan ini, kami dapat memahami bahwa tradisi memiliki nilai, cerita, dan makna yang patut dihargai.

Acara ini juga dihadiri oleh Kapolres Mempawah, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, S.I.K. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam festival ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi ruang pertemuan bagi banyak pihak untuk bersama-sama menjaga warisan daerah.


Atraksi Nyuik Kelapa oleh Warga

Bagi saya, pengalaman hari ini akan menjadi salah satu kenangan yang menyenangkan selama menjadi pelajar di MTs Negeri 1 Mempawah. Bisa tampil bersama teman-teman, mengikuti kegiatan yang sarat nilai budaya, dan menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi merupakan pengalaman yang patut disyukuri.

Saya belajar bahwa mencintai daerah sendiri tidak harus selalu dilakukan melalui hal-hal besar. Mengenal budaya lokal, menghargai tradisi, berani tampil, serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat juga merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah tempat kita tumbuh.

Semoga Festival Nungkah Budaye dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal akar budayanya sendiri.

Merawat warisan, menghidupkan tradisi, dan menguatkan jati diri bukan hanya slogan sebuah festival. Semuanya adalah tanggung jawab bersama agar kebudayaan Mempawah tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sampai jumpa di pengalaman dan cerita berikutnya!

Komentar